/* ============================================================
   1. STICKY STACK
   CATATAN PENTING: aturan position:sticky + z-index-nya SENGAJA
   TIDAK ada di file ini. Elementor Editor merender ulang elemen
   section secara live tiap kali kamu mengedit (ganti setting,
   drag widget, dst) - override apa pun yang ditulis ke elemen lama
   ikut hilang begitu elemen itu diganti Elementor dengan yang baru.
   Daripada terus kejar-kejaran dengan itu, aturan sticky-nya
   ditambahkan lewat PHP (wp_add_inline_style di arc-scroll-stack.php)
   HANYA kalau halaman yang diminta BUKAN iframe Elementor Editor/
   Preview - dicek dari server sebelum HTML dikirim, jadi di dalam
   editor aturan itu tidak pernah ada sama sekali untuk direnderi
   ulang oleh apa pun.
   ============================================================ */


/* ============================================================
   2. GESER UNTUK BERPINDAH
   Catatan: tirai fade TIDAK diatur di sini. Seluruh gayanya
   ditulis langsung oleh script.js ke elemennya, supaya cache
   atau penggabungan CSS tidak bisa menggagalkan efeknya.
   ============================================================ */

.stack-section {
  cursor: grab;
}

/* Elemen yang bisa diklik tetap pakai kursor normal. */
.stack-section a,
.stack-section button,
.stack-section input,
.stack-section select,
.stack-section textarea,
.stack-section label,
.stack-section [role="button"],
.stack-section .elementor-button {
  cursor: pointer;
}

/* Saat digeser: kursor genggam, seleksi teks dimatikan. */
body.arc-stack-dragging,
body.arc-stack-dragging * {
  cursor: grabbing !important;
  user-select: none !important;
  -webkit-user-select: none !important;
}

/* Cegah gambar ikut terseret sebagai file. */
.stack-section img {
  -webkit-user-drag: none;
}


/* ============================================================
   3. SEMBUNYIKAN SCROLLBAR - HANYA DI HALAMAN YANG MEMAKAI TUMPUKAN

   Kosmetik doang - scroll (wheel, drag, keyboard) tetap berfungsi
   normal, cuma batangnya yang tidak digambar. Ditarget ke html DAN
   body sekaligus karena scroll box yang sebenarnya bisa salah satu
   dari keduanya tergantung struktur tema.

   PENANDANYA arc-stack-active, DIPASANG SCRIPT.JS, BUKAN body.home.

   Dulu memang body.home, dan itu keliru: class "home" cuma dipasang
   WordPress di halaman DEPAN. Begitu halaman depan diarahkan ke
   halaman lain - misalnya Coming Soon - halaman yang memakai efek
   tumpuk kehilangan class itu dan scrollbar-nya muncul lagi, padahal
   tidak ada yang berubah di halamannya sendiri. Penandanya sekarang
   mengikuti kenyataan: ada tumpukan yang jalan atau tidak.

   Halaman Shop, Product, dan Checkout tidak punya stack-section, jadi
   scrollbar di sana tetap ada - pembeli yang sedang bertransaksi
   sebaiknya tetap melihat indikator posisi.
   ============================================================ */

html.arc-stack-active,
html.arc-stack-active body {
  scrollbar-width: none;      /* Firefox */
  -ms-overflow-style: none;   /* versi lama Edge/IE */
}

html.arc-stack-active::-webkit-scrollbar,
html.arc-stack-active body::-webkit-scrollbar {
  width: 0;
  height: 0;
  display: none;              /* Chrome, Safari, versi baru Edge */
}
